Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan mereka diraih berkat sebuah riset inovatif yang memanfaatkan limbah cangkang telur untuk memodifikasi implan gigi.
Prestasi gemilang ini berhasil mereka raih dalam ajang Research Competition in Basic Science pada FDCU International Symposium 2025 di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Mereka berhasil meraih predikat 2nd Runner Up, bersaing dengan 90 peserta dari berbagai negara.
Inovasi Implan Gigi dari Limbah Cangkang Telur
Ariel Hartadi Laurus, Rifqi Bilaldi, dan Indah Nurul Aini, ketiga mahasiswa berbakat ini, berhasil memikat dewan juri dengan riset mereka tentang pengembangan implan titanium yang dimodifikasi menggunakan cangkang telur.
Cangkang telur, yang biasanya dianggap sebagai limbah, ternyata menyimpan potensi besar dalam dunia kedokteran gigi. Kandungan kalsium, magnesium, dan zinc di dalamnya dinilai mampu meningkatkan keberhasilan implan gigi.
Ketiga mineral tersebut berperan penting dalam meningkatkan biomineralisasi dan bioaktivitas permukaan titanium. Hal ini kemudian membantu proses osseointegrasi, yaitu proses penyatuhan implan dengan tulang rahang.
Lebih lanjut, zinc dalam cangkang telur terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri *Porphyromonas gingivalis*, penyebab utama peri-implantitis, sebuah komplikasi yang sering terjadi pada pemasangan implan gigi.
Tantangan Perawatan Implan Gigi dan Solusi Inovatif
Mahasiswa FKG Unpad terdorong untuk melakukan riset ini karena melihat adanya beberapa kendala dalam perawatan implan gigi konvensional. Biaya perawatan yang tinggi dan waktu pemulihan yang panjang menjadi permasalahan utama.
Risiko kegagalan osseointegrasi dan munculnya peri-implantitis pada tahap awal pemasangan implan juga menjadi perhatian serius. Inovasi dari cangkang telur diharapkan mampu mengurangi risiko tersebut.
Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., Guru Besar Bidang Ilmu Material Kedokteran Gigi Unpad, dan Debby Fajar Mardhian, S.Si., M.T., Ph.D., Kepala Laboratorium Penelitian Terpadu FKG Unpad.
Ariel dan tim juga menyampaikan rasa terima kasih dan dedikasi kepada almarhum drg. Yanwar atas kontribusinya dalam analisis data dan statistik penelitian ini.
Harapan Pengembangan dan Publikasi Internasional
Sebelum mencapai babak final, tim FKG Unpad berhasil melewati seleksi ketat dan masuk ke dalam 24 finalis terbaik dari 90 peserta.
Riset mereka masuk dalam kategori Basic Science, bersaing dengan inovasi dari berbagai universitas terkemuka dunia. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas riset yang mereka lakukan.
Ke depan, Ariel dan tim berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional.
Mereka berharap temuan ini dapat berkontribusi pada peningkatan keberhasilan perawatan implan gigi dan menjadi solusi yang lebih terjangkau dan efektif bagi pasien.
Prestasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Semoga penelitian ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi dunia kedokteran gigi.





