Prabowo-Bahlil Akur? Waketum Golkar Bantah Isu Keretakan

Prabowo-Bahlil Akur? Waketum Golkar Bantah Isu Keretakan
Sumber: Liputan6.com

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, baru-baru ini membantah isu keretakan hubungan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto. Isu ini beredar setelah beredar video viral yang memperlihatkan Prabowo Subianto tidak bersalaman dengan Bahlil Lahadalia saat keberangkatan ke Singapura pada Minggu, 15 Juni 2025. Idrus menegaskan kedekatan keduanya bukan sekadar dilihat dari interaksi fisik.

Ia menekankan pentingnya melihat hubungan antar individu, terutama dalam konteks politik, berdasarkan keselarasan visi dan misi. Hal ini merupakan cara pandang Partai Golkar dalam menilai hubungan antar tokoh. Hubungan yang produktif, menurut Idrus, lebih berfokus pada sinergi gagasan dan program kerja.

Kedekatan Bahlil dan Prabowo di Luar Interaksi Fisik

Idrus menjelaskan bahwa hubungan Bahlil dan Prabowo sangat erat, melampaui interaksi fisik semata. Keduanya memiliki kesamaan visi dan misi dalam pembangunan nasional.

Bahlil, lanjut Idrus, terus menjalankan tugas dan arahan dari Presiden Prabowo. Salah satu contohnya adalah kunjungan Bahlil ke Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk meninjau langsung permasalahan tambang nikel.

Laporan hasil peninjauan tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden Prabowo untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, klaim keretakan hubungan keduanya dinilai tidak berdasar.

Keselarasan Visi dan Misi dalam Pembangunan Nasional

Idrus juga menambahkan bahwa Bahlil, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, memiliki visi dan misi yang selaras dengan “Asta Cita” Presiden Prabowo. Hal ini sejalan dengan komitmen Partai Golkar dalam mendukung program pembangunan nasional.

Partai Golkar, kata Idrus, berada di garis terdepan dalam mewujudkan “Asta Cita” tersebut. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk menyatakan adanya keretakan hubungan antara Bahlil dan Prabowo.

Bantahan Terhadap Isu Keretakan Hubungan

Beredarnya video viral yang memperlihatkan Prabowo Subianto tidak bersalaman dengan Bahlil Lahadalia telah memicu spekulasi tentang hubungan keduanya. Namun, Idrus Marham secara tegas membantah isu tersebut.

Ia menekankan bahwa penilaian hubungan harus dilihat dari perspektif visi dan misi, bukan hanya dari interaksi fisik. Bahlil, menurut Idrus, tetap menjalankan tugas dan arahan dari Presiden Prabowo dengan baik.

Kunjungan Bahlil ke Raja Ampat untuk meninjau tambang nikel menjadi bukti nyata kolaborasi dan sinergi kerja antara keduanya. Oleh karena itu, Idrus menegaskan bahwa tidak ada keretakan dalam hubungan antara Menteri ESDM dan Presiden.

Sebagai kesimpulan, Idrus Marham berhasil membantah isu keretakan hubungan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya melihat kedekatan berdasarkan kesamaan visi dan misi dalam pembangunan nasional, bukan sekadar interaksi fisik. Komitmen Partai Golkar dalam mendukung program pembangunan nasional semakin memperkuat pernyataan Idrus tersebut. Ke depannya, perlu adanya verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *