Rahasia Selamatnya Penumpang Air India Kursi 11A: Ahli Ungkap Penyebabnya

Rahasia Selamatnya Penumpang Air India Kursi 11A: Ahli Ungkap Penyebabnya
Sumber: Liputan6.com

Dunia dikejutkan oleh kecelakaan Air India penerbangan 171. Tragedi tersebut menyisakan satu-satunya penumpang selamat, Vishwash Kumar Ramesh. Kisah penyelamatannya telah menjadi fokus perhatian global, memicu pertanyaan tentang bagaimana ia bisa bertahan hidup dalam peristiwa yang digambarkan sebagai kecelakaan yang nyaris tanpa kemungkinan selamat.

Berbagai teori bermunculan untuk menjelaskan keajaiban ini. Salah satu faktor kunci yang diidentifikasi para ahli adalah lokasi duduk Vishwash di kursi nomor 11A.

Lokasi Duduk yang Krusial

Prof. Edwin Galea, Direktur Fire Safety Engineering Group di University of Greenwich, menekankan pentingnya lokasi kursi 11A. Kedekatannya dengan pintu darurat nomor dua menjadi faktor krusial dalam proses evakuasi.

Galea menjelaskan bahwa penumpang di kursi 11A bisa langsung mengakses pintu darurat tanpa hambatan. Dalam penelitian tahun 2006, ia menemukan bahwa penumpang yang duduk dalam jarak lima baris dari pintu keluar memiliki peluang selamat yang lebih tinggi.

Faktor Teknis yang Mempengaruhi Keselamatan

Selain lokasi kursi, faktor teknis lain turut berperan. Kursi 11A terletak di atas wing box, struktur sayap yang terintegrasi dengan badan pesawat. Bagian ini dikenal sebagai area terkuat secara struktural.

Prof. Galea menjelaskan bahwa wing box merupakan area paling kokoh di seluruh badan pesawat. Hal ini memberikan perlindungan lebih besar terhadap benturan keras saat kecelakaan.

Pendapat ini diperkuat oleh Prof. John McDermid, Ketua Keselamatan Lloyd’s Register di University of York. Ia menambahkan bahwa duduk di atas sayap memberikan perlindungan struktural yang lebih baik.

Posisi awak kabin juga dianggap sebagai faktor pendukung. Awak kabin biasanya dilengkapi dengan sabuk pengaman khusus dan terlatih untuk membuka pintu darurat serta mengevakuasi pesawat dalam waktu 90 detik. Kedekatan mereka dengan kursi 11A memudahkan proses evakuasi.

Meskipun demikian, belum dapat dipastikan apakah pintu darurat dibuka oleh awak kabin atau Vishwash sendiri. Kemungkinan kerusakan struktur pesawat di area tersebut menciptakan celah yang memungkinkan evakuasi cepat.

Peran Keberuntungan yang Signifikan

Meskipun beberapa ahli mengidentifikasi faktor teknis yang berkontribusi pada keselamatan Vishwash, faktor keberuntungan tetap tidak dapat diabaikan.

Kecelakaan tersebut dikategorikan sebagai *non-survivable crash*, artinya peluang selamat bagi penumpang sangat kecil. Pesawat jatuh di area padat penduduk, mengalami kerusakan parah, dan terbakar hebat setelah kecelakaan.

Prof. Galea menuturkan keheranannya atas keselamatan Vishwash, terlebih melihat kondisi sekitar kursi 11A (11B, 11C, bahkan 12A) yang tidak ada penumpang yang selamat. Kemampuannya untuk menyelamatkan diri tanpa cedera serius sungguh luar biasa.

Kesimpulannya, keselamatan Vishwash Kumar Ramesh merupakan kombinasi faktor keberuntungan dan beberapa faktor teknis yang menguntungkan. Lokasi duduknya yang dekat dengan pintu darurat, posisi di atas area terkuat pesawat, dan kemungkinan bantuan dari awak kabin berkontribusi pada keajaiban ini. Namun, tetap tak dapat dipungkiri bahwa kecelakaan ini adalah sebuah kejadian yang amat langka, di mana peluang keselamatan sangat kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *