Pulang Haji? Waspada COVID-19 dan Penyakit Lainnya!

Pulang Haji? Waspada COVID-19 dan Penyakit Lainnya!
Sumber: Liputan6.com

Setelah menunaikan ibadah haji, para jemaah yang akan kembali ke Indonesia atau melanjutkan perjalanan ke Madinah perlu memprioritaskan kesehatan mereka. Cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu mencapai 45°C di Makkah dan 47°C di Madinah, serta kelembapan rendah, meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan sangat penting.

Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, mengajak para jemaah untuk waspada terhadap berbagai gejala penyakit pasca haji. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya mengingat perbedaan iklim yang signifikan antara Arab Saudi dan Indonesia.

Lonjakan Kasus ISPA dan Penyakit Kronis

Hingga hari ke-44 penyelenggaraan haji, lebih dari 72.000 jemaah telah menjalani perawatan rawat jalan di kloter. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dan diabetes menjadi tiga penyakit terbanyak yang dilaporkan.

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi berpengaruh signifikan terhadap kesehatan jemaah. Kondisi ini dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah ada, seperti hipertensi dan diabetes, bahkan memicu kejadian akut.

Selain rawat jalan, sebanyak 238 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner merupakan kasus terbanyak di RSAS.

Hindari Aktivitas Berat dan Prioritaskan Istirahat

Untuk mencegah komplikasi kesehatan, PPIH menyarankan agar jemaah menghindari aktivitas berat. Hal ini meliputi umrah sunnah berulang atau mengejar ibadah Arbain secara berlebihan yang dapat melelahkan tubuh.

Istirahat yang cukup sangat penting untuk pemulihan dan mencegah kondisi kesehatan memburuk. Jemaah disarankan untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah tambahan yang melelahkan secara fisik.

Jika ingin beribadah di luar hotel, hindari waktu terik antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi. Gunakan payung, semprotan wajah, dan selalu bawa air minum.

Jemaah lanjut usia atau dengan komorbid disarankan untuk melakukan ibadah ringan, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, atau bersedekah. Pemeriksaan kesehatan rutin dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter juga sangat penting.

Kenali Gejala Pasca Haji dan Segera Periksa Kesehatan

Setelah kembali ke Indonesia, jemaah tetap harus waspada terhadap gejala penyakit. Demam, batuk, pilek, atau sesak napas dalam 14 hari setelah kepulangan dari Tanah Suci harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, apalagi jika disertai sesak napas dan memiliki riwayat perjalanan dari Arab Saudi, segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit. Sampaikan riwayat perjalanan Anda kepada petugas kesehatan untuk penanganan yang tepat.

Kewaspadaan Terhadap COVID-19 Tetap Penting

Meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan. Kemenkes mencatat hingga minggu ke-23 tahun 2025 terdapat 178 kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia.

Jemaah yang mengalami batuk atau pilek sejak di Tanah Suci hingga pulang ke Indonesia disarankan untuk memakai masker, rajin mencuci tangan, dan melaporkan riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan.

Langkah-langkah pencegahan ini penting tidak hanya untuk perlindungan individu, tetapi juga untuk mencegah penyebaran penyakit kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Menjaga kesehatan setelah ibadah haji adalah langkah penting untuk menjaga kesejahteraan jemaah dan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *