Serangan Rudal Iran: Tel Aviv Dihujani, Langit Israel Diperintah?

Serangan Rudal Iran: Tel Aviv Dihujani, Langit Israel Diperintah?
Sumber: Kompas.com

Perang antara Iran dan Israel memasuki hari keenam dengan klaim mengejutkan dari pihak Iran. Juru bicara Operasi True Promise 3, Kolonel Iman Tajik, menyatakan Iran telah menguasai langit Israel sepenuhnya.

Klaim ini disampaikan menyusul serangan rudal besar-besaran Iran pada Selasa malam, 17 Juni 2026. Pihak Iran mengklaim serangan tersebut membuktikan dominasi mereka di angkasa Israel.

Klaim Iran: Kendali Penuh Atas Langit Israel

Kolonel Tajik menegaskan bahwa penduduk Israel telah menjadi sasaran empuk serangan rudal Iran. Serangan rudal ini, menurutnya, menunjukan keunggulan militer Iran.

Garda Revolusi Iran bahkan mengonfirmasi peluncuran rudal hipersonik Fattah pada Rabu dini hari sebagai bagian dari operasi militer mereka. Penggunaan rudal ini menunjukkan kemajuan teknologi militer Iran yang signifikan.

Sebelumnya, Iran juga telah menggunakan rudal Haj Qassem dalam serangan langsung ke wilayah Israel. Eskalasi konflik ini menunjukkan intensitas perang yang semakin meningkat.

Kekuatan Rudal Iran: Arsenal Terbesar di Timur Tengah

Iran memang dikenal memiliki persenjataan rudal yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah. Jumlah dan jenis rudal yang dimiliki membuat Iran menjadi kekuatan militer yang patut diperhitungkan.

Pada tahun 2022, Jenderal Kenneth McKenzie dari Komando Pusat AS memperkirakan Iran memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik. Angka ini belum termasuk rudal jelajah serang darat (LACM) yang terus dikembangkan.

Kemampuan akurasi dan presisi rudal Iran juga telah meningkat pesat dalam dekade terakhir. Hal ini semakin meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh arsenal rudal Iran.

Berbagai jenis rudal, mulai dari rudal balistik jarak pendek (SRBM), rudal balistik jarak menengah (MRBM), LACM, hingga roket peluncur satelit, melengkapi kemampuan militer Iran. Keanekaragaman ini memungkinkan Iran untuk melakukan berbagai jenis serangan.

Bantahan Israel dan Eskalasi Konflik

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel membantah klaim Iran. Mereka menyatakan bahwa sistem pertahanan Iron Dome berhasil mencegat 80-90 persen rudal Iran.

Hanya sekitar 5-10 persen rudal balistik yang berhasil mencapai permukiman Israel, menurut laporan Jerusalem Post. Angka ini menunjukkan efektivitas sistem pertahanan Israel.

Serangan rudal Iran pada Senin dini hari, 16 Juni 2025, menargetkan Tel Aviv, Petah Tikva, dan Bnei Brak dengan sekitar 40 rudal. Serangan ini merupakan salah satu yang terbesar sejak dimulainya konflik.

Sejak serangan Israel dimulai pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025, Israel memperkirakan Iran telah meluncurkan sekitar 350 rudal. Intensitas serangan ini menunjukkan peningkatan eskalasi konflik.

Konflik ini telah memaksa warga Israel berlindung di bunker dan tempat aman lainnya. Situasi ini menunjukkan dampak serius dari perang terhadap kehidupan masyarakat sipil.

Klaim Iran mengenai kendali penuh atas langit Israel masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Namun, eskalasi konflik dan kemampuan militer Iran yang signifikan menandakan situasi yang kompleks dan berbahaya di Timur Tengah. Perkembangan selanjutnya perlu dipantau dengan cermat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *