Prabowo Yakin Swasembada Energi Lebih Cepat: Peran Vital Pertamina

Prabowo Yakin Swasembada Energi Lebih Cepat: Peran Vital Pertamina
Sumber: Kompas.com

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan optimismenya terhadap pencapaian swasembada energi nasional lebih cepat dari target empat tahun. Keyakinan ini didasari oleh potensi sumber daya energi Indonesia yang melimpah, baik dari sumber daya alam maupun kemajuan teknologi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peresmian sejumlah proyek energi pada Kamis, 26 Juni 2025.

Indonesia, menurut Presiden Prabowo, memiliki kekayaan energi yang luar biasa, termasuk energi terbarukan. Kini, tantangan utamanya adalah pengelolaan sumber daya tersebut secara efektif dan efisien.

Optimisme Swasembada Energi: Potensi Migas dan Energi Terbarukan

Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya migas yang masih melimpah. Teknologi terkini, lanjutnya, mampu mengoptimalkan produksi migas.

Namun, pengembangan energi terbarukan dianggap lebih strategis dalam jangka panjang. Energi terbarukan memiliki potensi untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Pertamina: Garda Terdepan Swasembada Energi

PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam mencapai swasembada energi. Produksi migas Pertamina telah mencapai lebih dari 1 juta barel setara minyak per hari, berkontribusi signifikan terhadap produksi nasional.

Pertamina juga telah berhasil memenuhi sebagian besar kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Bahkan, untuk avtur dan solar, kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi 100 persen dari kilang domestik.

Inovasi Teknologi dan Peningkatan Produksi

Pertamina terus berinovasi untuk meningkatkan produksi migas. Salah satu contohnya adalah peningkatan produksi di Blok Cepu sebesar 30.000 barel per hari melalui pengeboran tujuh sumur baru.

Pengeboran ini memanfaatkan teknologi rig canggih dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Dengan penambahan ini, produksi tahunan Blok Cepu diproyeksikan mencapai 170.000-180.000 barel per hari.

Ekspansi Energi Terbarukan dan Pembangunan Berkelanjutan

Pertamina juga gencar mengembangkan energi terbarukan. Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas 55 MW, menjadi bukti komitmen tersebut.

PLTP Ulubelu memperkuat posisi Pertamina sebagai pengelola panas bumi terbesar di Indonesia. Total kapasitas terpasang panas bumi yang dikelola Pertamina mencapai 1.877,5 MW, menghasilkan listrik hingga 4.827,22 Gigawatt hour (GWh) per tahun.

Program Desa Energi Berdikari (DEB)

Pertamina juga menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang telah menjangkau 172 desa. Program ini memanfaatkan energi surya untuk menghasilkan energi bersih hingga 733.559 watt-peak (Wp) per tahun.

Program DEB bertujuan untuk mewujudkan swasembada energi hingga tingkat desa, bahkan pulau-pulau terpencil. Energi surya dinilai sebagai solusi tepat untuk daerah-daerah yang sulit diakses jaringan listrik utama.

Selain fokus pada energi, Pertamina juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan layanan kesehatan. Hal ini terlihat dari peresmian Bali International Hospital (BIH) oleh anak usahanya, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Pertamina berkomitmen pada transisi energi berkelanjutan dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen ini menunjukkan upaya perusahaan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Target swasembada energi nasional kini tampak lebih optimistis berkat potensi sumber daya yang melimpah dan upaya aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan energi seperti Pertamina. Komitmen terhadap energi terbarukan dan inovasi teknologi menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *