Prabowo Singapura: 19 Kesepakatan, Diplomasi Anggrek Berbuah Manis

Prabowo Singapura: 19 Kesepakatan, Diplomasi Anggrek Berbuah Manis
Sumber: Kompas.com

Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan kerja dua hari ke Singapura, sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia pada Senin malam, 17 Juni 2025. Kunjungan tersebut berlangsung padat, diisi dengan berbagai pertemuan formal dan informal, termasuk makan siang dan makan malam bersama Perdana Menteri Singapura. Pertukaran cenderamata juga menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan ini.

Diplomasi Anggrek dan Penghormatan kepada Ibunda

Kunjungan Presiden Prabowo ke Singapura diwarnai dengan “Diplomasi Anggrek”. Ia disambut secara kenegaraan di Parliament House of Singapore oleh Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam.

Upacara penyambutan berlangsung meriah. Presiden Prabowo dan Presiden Tharman berjalan beriringan di karpet merah menuju Saluting Dais.

Sebuah kehormatan diberikan kepada Presiden Prabowo. Ia diberi kesempatan untuk menamai spesies anggrek Paraphalanthe.

Presiden Prabowo memilih nama ibundanya, Dora Sigar Soemitro, untuk menghormati jasa sang ibu. Ia menyebutnya sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan dan peran penting ibundanya dalam membentuk dirinya hingga menjadi Presiden Indonesia.

CEO Singapore National Parks, Hwang Yu-ning, menjelaskan karakteristik anggrek Paraphalanthe yang diberi nama tersebut. Anggrek ini dikenal produktif, menghasilkan bunga dengan tangkai sepanjang 30-40 cm.

Setiap tangkai menampilkan 8-12 kuntum bunga besar berdiameter sekitar 7 cm. Warna bunga merah muda lembut dengan corak garis mawar yang memudar menjadi putih di ujungnya.

Bibir bunga berwarna emas cerah bertotol merah marun memberikan kontras dramatis namun tetap elegan. Keindahan anggrek ini pun menjadi daya tarik tersendiri.

Meniru Praktik Baik Singapura: Rumah Murah dan Temasek

Presiden Prabowo terkesan dengan Diplomasi Anggrek Singapura. Ia bahkan berseloroh berharap tidak ada hak cipta atas praktik diplomasi tersebut.

Ia menilai meniru praktik baik negara lain sebagai bentuk penghormatan. Negara yang ditiru berarti telah menjalankan program dengan hasil yang baik.

Indonesia, menurut Presiden Prabowo, telah meniru dua praktik baik Singapura. Pertama adalah program rumah murah.

Kedua adalah pembentukan Danantara, lembaga investasi yang terinspirasi oleh Temasek Holdings. Presiden Prabowo menekankan pentingnya belajar dari praktik terbaik negara lain.

Program rumah murah di Indonesia, yang telah dimulai sejak era Presiden SBY dan Presiden Jokowi, ditargetkan menyelesaikan pembangunan 1 juta unit rumah tabak dan rusun pada tahun 2025.

Pemerintah akan mengebut pembangunan tersebut. Danantara, sebagai lembaga investasi, bertujuan mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah demi pertumbuhan ekonomi nasional.

19 Kesepakatan Strategis Indonesia-Singapura

Kunjungan Presiden Prabowo ke Singapura menghasilkan 19 kesepakatan strategis. Kesepakatan-kesepakatan ini diumumkan bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, setelah Leaders’ Retreat.

Kedua negara menegaskan komitmen terhadap implementasi perjanjian kerja sama pertahanan dan percepatan finalisasi teknis wilayah pelatihan militer.

Mereka juga menyepakati pembuatan mekanisme perjanjian ekstradisi dan pembaruan MoU antara Jaksa Agung kedua negara. Indonesia ingin memperkuat kolaborasi investasi dengan Singapura.

Singapura merupakan salah satu investor utama di Indonesia. Enam bilateral economic working groups mencatat kemajuan, termasuk pengembangan kawasan ekonomi khusus, pertanian, pariwisata, tenaga kerja, dan transportasi.

Indonesia menyambut baik tawaran transfer teknologi pertanian modern dari Singapura, termasuk urban farming dan praktik pascapanen berkelanjutan. Kerja sama di sektor kesehatan juga dibahas, termasuk partisipasi Singapura dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia.

Kerja sama penempatan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang perawatan lansia, juga menjadi fokus pembahasan. Indonesia berkomitmen meningkatkan konektivitas dengan Singapura, termasuk menambah penerbangan langsung dan memperbaiki infrastruktur bandara.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Singapura telah menghasilkan sejumlah kesepakatan yang menjanjikan bagi kedua negara. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk belajar dari praktik baik negara lain dan memperkuat kerja sama bilateral demi kemajuan bersama. Keberhasilan diplomasi anggrek menjadi contoh bagaimana hal kecil dapat memiliki dampak besar dalam hubungan antarnegara.

Pos terkait