Dua mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Herry Muryanto dan Novel Baswedan, kini bergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara yang dibentuk Polri. Pengumuman ini mengejutkan publik, mengingat rekam jejak keduanya yang kuat dalam pemberantasan korupsi.
Herry Muryanto, mantan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, ditunjuk sebagai Kepala Satgassus. Sementara itu, Novel Baswedan, eks penyidik senior KPK, menjabat sebagai Wakil Kepala Satgassus.
Pengalaman panjang mereka dalam tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi diharapkan dapat menutup kebocoran penerimaan negara. Satgassus ini akan berfokus pada peningkatan pendapatan negara.
Satgassus: Kerja Sama Antar Kementerian dan Optimalisasi Penerimaan Negara
Satgassus telah menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian selama enam bulan terakhir. Kementerian yang terlibat meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Baru-baru ini, Satgassus juga menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Mereka melakukan inspeksi langsung ke Pelabuhan Mayangan, Probolinggo, dan Pelabuhan Benoa, Bali.
Hasil inspeksi menunjukkan potensi besar peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan. Namun, beberapa kendala menghambat optimalisasi penerimaan.
Anggota Satgassus, Yudi Purnomo Harahap, menjelaskan bahwa Satgassus berupaya memetakan masalah dan menawarkan solusi untuk meningkatkan PNBP sektor perikanan. Mereka berkomitmen mengawal solusi tersebut.
Permasalahan Kapal Tak Berizin dan Rekomendasi Satgassus
Satgassus menemukan banyak kapal penangkap ikan berukuran di bawah dan/atau di atas 30 gross ton (GT) beroperasi di wilayah laut di atas 12 mil tanpa izin. Hal ini mengakibatkan hilangnya potensi PNBP yang signifikan.
Beberapa kapal telah mengajukan perizinan, tetapi terhambat proses yang panjang. Satgassus merekomendasikan percepatan proses penerbitan izin dan sosialisasi kepada pemilik kapal.
Pemerintah daerah juga diminta segera mengalihkan perizinan ke pemerintah pusat untuk kapal di bawah 30 GT yang beroperasi di atas 12 mil laut. Hal ini dinilai penting untuk optimalisasi penerimaan negara.
Kolaborasi KPK dan Satgassus untuk Pencegahan Korupsi
KPK menyatakan terbuka untuk berkolaborasi dengan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi dan optimalisasi penerimaan negara.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan kaitan erat antara optimalisasi penerimaan negara dan pemberantasan korupsi. Pengelolaan sumber penerimaan negara yang baik, transparan, dan akuntabel dapat mencegah kebocoran dan korupsi.
Dengan demikian, pendapatan negara akan lebih optimal. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi pengelolaan keuangan negara.
Kehadiran Herry Muryanto dan Novel Baswedan di Satgassus diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam optimalisasi penerimaan negara. Pengalaman mereka di KPK menjadi modal berharga dalam mengatasi berbagai permasalahan dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan negara. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara dan mencegah praktik korupsi.





