Desa Bringinan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tengah berupaya menekan angka perceraian di kalangan warganya, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Upaya unik ini dilakukan melalui program “Gembok Katresnan,” sebuah inisiatif yang terinspirasi oleh tingginya angka perceraian yang disebabkan oleh pekerjaan di luar negeri. Program ini diharapkan mampu memperkuat ikatan pernikahan dan mencegah perpisahan yang diakibatkan jarak dan perbedaan kondisi hidup pasangan.
Tingginya angka perceraian di Desa Bringinan menjadi perhatian serius pemerintah desa. Kepala Desa Bringinan, Barno, menjelaskan bahwa dari tahun 2013 hingga saat ini, tercatat 13 pasangan bercerai, sembilan di antaranya merupakan pasangan PMI.
Gembok Katresnan: Simbol Kesetiaan dan Komitmen
Program Gembok Katresnan diluncurkan pada tahun 2023 sebagai upaya untuk mengurangi angka perceraian. Program ini memberikan gembok kepada pasangan suami istri yang salah satu anggotanya akan bekerja sebagai PMI.
Gembok tersebut kemudian dikaitkan pada bingkai berbentuk daun waru yang dipajang di balai desa. Hal ini melambangkan kesetiaan dan komitmen pasangan meskipun terpisah jarak.
Hingga saat ini, sudah ada delapan gembok yang terpasang di balai desa sebagai simbol komitmen pasangan PMI. Program ini diharap mampu menekan angka perceraian hingga nol.
Proses dan Makna di Balik Gembok Katresnan
Sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, calon PMI dari Desa Bringinan diwawancarai oleh perangkat desa. Wawancara ini bertujuan untuk memastikan tujuan keberangkatan dan mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga komitmen pernikahan.
Setelah wawancara, pasangan tersebut menerima gembok Katresnan yang kemudian mereka kaitkan bersama di balai desa. Momen ini menjadi penegasan komitmen di hadapan perangkat desa dan simbol ikatan pernikahan.
Kepala Desa Barno menjelaskan bahwa proses ini diharapkan dapat mengingatkan pasangan akan tujuan mereka bekerja di luar negeri, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, harapannya mereka akan lebih fokus pada tujuan bersama dan terhindar dari konflik yang berujung perceraian.
Testimoni dan Harapan Warga
Siti Aminah, seorang warga Desa Bringinan yang akan berangkat sebagai PMI, menyatakan akan selalu mengingat momen pemasangan Gembok Katresnan. Ia menganggap komitmen yang dilakukan di hadapan perangkat desa dan gembok yang terpajang di balai desa sebagai penguat janjinya.
Suami Siti Aminah, Toni, turut merasakan hal yang sama. Momen tersebut akan menjadi pengingat komitmen mereka selama Siti Aminah bekerja di luar negeri.
Dengan adanya Gembok Katresnan, diharapkan angka perceraian di Desa Bringinan dapat ditekan, terutama di kalangan pasangan PMI. Program ini bukan hanya sekadar simbol, melainkan juga upaya nyata untuk memperkuat ikatan keluarga dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
Program inovatif ini menunjukkan bagaimana pemerintah desa dapat berperan aktif dalam menjaga keutuhan keluarga warganya. Meskipun sederhana, Gembok Katresnan berhasil menyatukan simbolisme dan komitmen nyata, memberikan harapan baru bagi terciptanya keluarga yang harmonis di tengah tantangan ekonomi dan mobilitas penduduk.





