Eks Stafsus Nadiem 13 Jam Diperiksa: Kasus Korupsi Chromebook Terungkap?

Eks Stafsus Nadiem 13 Jam Diperiksa: Kasus Korupsi Chromebook Terungkap?
Sumber: Kompas.com

Fiona Handayani, mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) era Nadiem Makarim, menjalani pemeriksaan panjang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Pemeriksaan yang berlangsung di Kejaksaan Agung pada Selasa (10/6/2025) ini memakan waktu sekitar 13 jam. Fiona, yang tiba pukul 09.37 WIB, meninggalkan Gedung Bundar Jampidsus sekitar pukul 22.55 WIB.

Meskipun sempat berhenti sejenak untuk memberikan keterangan kepada awak media, Fiona memilih untuk bungkam. Semua pernyataan disampaikan oleh kuasa hukumnya, Indra Haposan Sihombing. Keheningan Fiona ini memicu rasa penasaran publik terkait perannya dalam proyek pengadaan laptop tersebut.

Pemeriksaan Maraton dan Keterangan Kuasa Hukum

Fiona Handayani diperiksa intensif selama kurang lebih 13 jam. Hal ini menunjukkan pentingnya keterangan yang dibutuhkan penyidik terkait perannya sebagai mantan Stafsus Mendikbudristek.

Kuasa hukum Fiona, Indra Haposan Sihombing, menjelaskan bahwa kliennya kelelahan setelah menjalani pemeriksaan panjang. Ia mewakili Fiona dalam memberikan keterangan kepada awak media.

Indra menyampaikan bahwa tim kuasa hukum telah menyampaikan fakta dan keterangan kliennya kepada pihak Kejaksaan. Pemeriksaan tersebut belum selesai dan akan dilanjutkan pada Jumat (13/6/2025).

Kasus Korupsi Chromebook dan Angka Kerugian Negara

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook telah dinaikkan ke tahap penyidikan sejak 20 Mei 2025. Namun, hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Penyidik Kejaksaan Agung masih mendalami kasus tersebut, termasuk menghitung jumlah kerugian keuangan negara. Anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan laptop Chromebook ini terbilang fantastis, mencapai Rp 9,9 triliun.

Tanggapan Kejaksaan Agung dan Nasib Fiona

Kejaksaan Agung sebelumnya membantah telah menyebut nama mantan menteri dalam kasus ini. Fokus penyidik saat ini tertuju pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat.

Fiona Handayani, yang terlihat tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala selama sesi tanya jawab yang diwakili kuasa hukumnya, akan kembali menjalani pemeriksaan pada Jumat mendatang. Ia tetap menjaga kesunyiannya dan tidak memberikan komentar langsung kepada awak media.

Meskipun bungkam, pertemuan panjang Fiona dengan penyidik Kejaksaan Agung dan kesediaannya untuk kembali hadir pada pemeriksaan lanjutan menunjukkan betapa penting perannya dalam pengungkapan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ini. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut dalam kasus ini, terutama terkait penetapan tersangka dan jumlah kerugian negara yang sebenarnya. Proses hukum yang transparan dan akuntabel diharapkan dapat memberikan keadilan dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *