Polemik empat pulau yang diklaim oleh Aceh dan Sumatera Utara telah menarik perhatian Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar, menyampaikan bahwa SBY yakin Presiden Prabowo Subianto akan mengambil keputusan bijak dalam menyelesaikan permasalahan ini. Pernyataan ini disampaikan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di publik.
Rumor yang beredar menyebutkan adanya instruksi dari SBY kepada Presiden Prabowo untuk mengembalikan empat pulau tersebut kepada Aceh. Renanda menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Video yang beredar, dibuat pada Desember 2023, berisi pesan dukungan SBY kepada Presiden Prabowo, namun sama sekali tidak menyinggung soal sengketa empat pulau tersebut.
Klarifikasi Mengenai Pernyataan SBY
Renanda Bachtar menekankan pentingnya klarifikasi terkait informasi yang tidak terverifikasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa SBY tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait pengembalian empat pulau kepada Aceh.
Video yang direkam pada Desember 2023, jauh sebelum munculnya sengketa, hanya berisi dukungan umum SBY kepada Presiden Prabowo untuk memimpin Indonesia dan Aceh dengan baik. Tidak ada referensi apapun mengenai empat pulau yang disengketakan dalam video tersebut.
Sikap Pemerintah Terhadap Sengketa Empat Pulau
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menyatakan bahwa tidak ada keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) yang bersifat final dan tidak dapat diubah. Keputusan mengenai status empat pulau yang kini berada di bawah Sumatera Utara merupakan salah satu contohnya.
Proses perubahan Kepmendagri memerlukan kajian menyeluruh, data pendukung yang kuat, dan pertimbangan dari berbagai pihak terkait. Wamendagri menegaskan bahwa semua masukan dan perspektif akan dipertimbangkan.
Proses Penyelesaian dan Data Baru
Bima Arya menjelaskan bahwa terdapat data baru (novum) yang memperkuat data sebelumnya dalam kasus sengketa empat pulau. Data baru ini diyakini akan menjadi landasan kuat dalam menentukan keputusan kepemilikan pulau tersebut.
Hasil akhir dari rapat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri, Sekjen Kementerian Pertahanan, dan perwakilan dari TNI AL dan AD, serta para pelaku sejarah terkait batas wilayah, belum dipublikasikan. Presiden Prabowo Subianto akan menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terlebih dahulu.
Pihak yang Terlibat dalam Rapat
Rapat penentuan keputusan akhir mengenai empat pulau tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting. Selain Wamendagri Bima Arya, turut hadir Sekjen Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Informasi dan Geospasial, perwakilan dari TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat, serta para pelaku sejarah yang berpengalaman dalam penentuan batas wilayah.
Proses penyelesaian sengketa ini melibatkan pertimbangan yang matang dan komprehensif, memperhatikan berbagai aspek termasuk data historis, sosial, budaya dan hukum. Keputusan final akan diumumkan setelah Presiden Prabowo menerima laporan lengkap dari Menteri Dalam Negeri.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak Partai Demokrat dan penjelasan dari Pemerintah, diharapkan polemik ini dapat diselesaikan dengan bijak dan adil, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.





