Rahasia Pulih Total Stroke: Pendekatan Holistik & Terpadu

Rahasia Pulih Total Stroke: Pendekatan Holistik & Terpadu
Sumber: Liputan6.com

Stroke, kondisi medis yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak, dapat mengakibatkan dampak signifikan pada kemampuan motorik dan kognitif penderitanya. Namun, kabar baiknya adalah dengan terapi rehabilitasi yang tepat, para penyintas stroke memiliki peluang besar untuk kembali beraktivitas normal.

Dokter spesialis klinik rehabilitasi medik, Raymond Posuma dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, menekankan pentingnya rehabilitasi terstruktur dan berkelanjutan dalam meminimalkan risiko disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup penyintas stroke.

Rehabilitasi Stroke: Lebih dari Sekadar Latihan Fisik

Rehabilitasi pasca stroke bukan sekadar latihan fisik. Proses ini bertujuan untuk memulihkan fungsi sistem saraf yang terganggu.

Proses rehabilitasi yang komprehensif melibatkan berbagai pendekatan. Fisioterapi, stimulasi kognitif, dan dukungan psikologis penting dilakukan secara bersamaan untuk hasil optimal.

Stroke Assisted Living Center (SALC): Pusat Rehabilitasi Terpadu

Di Indonesia, kini hadir Stroke Assisted Living Center (SALC) oleh Bethsaida Healthcare. SALC merupakan pusat layanan rehabilitasi terintegrasi pertama di Indonesia yang terhubung langsung dengan rumah sakit.

SALC menyediakan layanan terpadu dalam satu sistem. Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan dukungan optimal selama proses pemulihan.

Dengan layanan intensif, SALC membantu pasien memulihkan fungsi tubuh. Layanan tersebut mencakup fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, serta dukungan psikososial dan pelatihan kemandirian.

SALC juga berupaya memulihkan harga diri dan semangat hidup pasien. Tersedia berbagai aktivitas, seperti daycare sosial, sesi melukis dan merangkai bunga, hingga sesi komunitas dan rekreasi.

CEO Bethsaida Healthcare, Prof. dr. Hananiel P. Wijaya, menjelaskan bahwa SALC merupakan komitmen Bethsaida dalam mengatasi kompleksitas perawatan pascastroke.

SALC menawarkan rumah kedua yang aman dan mendukung pasien untuk bangkit, belajar, serta menjalani hidup berkualitas.

Membangun Kembali Kemandirian dan Kualitas Hidup Pasca Stroke

Data menunjukkan 8 dari 10 penyintas stroke berisiko kehilangan kemandirian tanpa rehabilitasi terstruktur. SALC hadir untuk menjawab tantangan ini.

Program rehabilitasi di SALC dirancang fleksibel, mulai dari layanan residensial hingga day care. Hal ini memungkinkan penyintas stroke dan keluarga memilih dukungan yang paling sesuai.

SALC mengusung semangat “Live The Life Together”. Mereka ingin setiap pasien tidak hanya pulih, tetapi juga menjalani hidup yang penuh makna.

Direktur Sales & Marketing Bethsaida Hospital Gading Serpong, Iwan A Setiawan, menegaskan komitmen SALC dalam membantu para penyintas stroke meraih kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan pendekatan holistik dan terpadu, SALC dan layanan rehabilitasi serupa memberikan harapan baru bagi penyintas stroke untuk mencapai pemulihan yang optimal dan menjalani kehidupan yang bermakna. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga memegang peranan penting dalam proses pemulihan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *