AS vs China: Dialog Shangri-La Picu Ketegangan Global

AS vs China: Dialog Shangri-La Picu Ketegangan Global
Sumber: Kompas.com

Dialog Shangri-La, forum keamanan terbesar di Asia, baru saja berakhir di Singapura. Acara tahunan yang berlangsung dari 30 Mei hingga 1 Juni ini menjadi panggung pertarungan retorika antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

AS, diwakili oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menekankan Indo-Pasifik sebagai prioritas utama. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran AS atas meningkatnya agresi militer China.

Ketegangan AS-China di Dialog Shangri-La

Hegseth secara tegas memperingatkan China lebih dari 20 kali dalam pidatonya. Ia mengingatkan Beijing atas konsekuensi penyerangan terhadap Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai miliknya.

Pernyataan Hegseth menyebut kemungkinan serangan China terhadap Taiwan sebagai ancaman nyata dan potensial terjadi dalam waktu dekat. Peringatan keras ini mendapat tanggapan keras dari pihak China.

Laksamana Muda Hu Gangfeng, pemimpin delegasi China, menyebut pernyataan Hegseth sebagai tuduhan tidak berdasar. Kementerian Luar Negeri China juga mengeluarkan pernyataan protes, menyalahkan kehadiran militer AS di kawasan tersebut sebagai pemicu ketegangan.

Ketidakhadiran Menteri Pertahanan China

Ketidakhadiran Menteri Pertahanan China, Dong Jun, di sesi pleno Dialog Shangri-La menjadi sorotan. Sesi pleno yang biasanya digunakan untuk memaparkan strategi Indo-Pasifik China, tidak berlangsung tahun ini.

Zhou Bo, peneliti senior di Universitas Tsinghua, menjelaskan ketidakhadiran tersebut karena bentrok agenda perjalanan. Namun, analis lain menilai China mungkin menghindari pertanyaan-pertanyaan sulit soal keamanan regional.

Kemunculan kebijakan Indo-Pasifik AS untuk pertama kalinya di forum ini juga dianggap sebagai faktor yang memengaruhi keputusan China. Seorang analis dari Taiwan menilai China memilih pendekatan yang lebih hati-hati dan defensif, menunggu langkah AS terlebih dahulu.

Sebagai alternatif, Forum Xiangshan di Beijing pada September atau Oktober mendatang diprediksi akan menjadi panggung bagi China untuk memberikan respons.

Masa Depan Hubungan AS-China

China, yang memiliki armada laut terbesar di dunia, meningkatkan patroli di perairan Asia Timur sejak awal Mei. Ini menjadi indikator peningkatan aktivitas militer di kawasan tersebut.

Pernyataan Hegseth dianggap sebagai perubahan signifikan dari pendekatan pemerintahan Biden sebelumnya. Tahun lalu, mantan Menhan AS Lloyd Austin menekankan pentingnya dialog untuk mencegah kesalahpahaman, dan menghindari perang dengan China.

Seorang pakar dari Universitas Tsinghua memperkirakan operasi pertahanan harian kedua negara akan semakin konfrontatif, namun tanpa eskalasi tiba-tiba. Pernyataan ini menunjukkan masih ada ruang bagi negosiasi dan dialog meskipun tensi meningkat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron turut memberikan komentarnya. Ia memperingatkan potensi perpecahan global antara AS dan China sebagai risiko utama dunia saat ini. Macron menyerukan agar negara lain tidak dipaksa untuk memilih kubu.

Meskipun China mengambil sikap hati-hati secara diplomatik, aktivitas di Selat Taiwan justru semakin agresif. Sejak Presiden Taiwan William Lai menjabat, terjadi peningkatan pelanggaran garis median Selat Taiwan oleh pesawat militer China.

Hegseth memperingatkan potensi serangan China terhadap Taiwan pada 2027. Pernyataan ini sesuai dengan penilaian otoritas AS sebelumnya, meskipun China membantahnya. Kehadiran resmi Taiwan di forum ini sangat minim, bahkan nama “Taiwan” tidak tercantum dalam daftar peserta resmi.

Ketegangan AS-China di sekitar Taiwan tetap menjadi titik konflik paling sensitif. Meskipun retorika keras bergema di Dialog Shangri-La, perkembangan selanjutnya masih perlu dipantau. Keseimbangan antara konfrontasi dan diplomasi akan menentukan masa depan hubungan kedua negara superpower tersebut. Peran negara-negara lain dalam mengurangi tensi juga akan sangat menentukan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *