Literasi Digital RI Rendah? Hadapi Tantangan Era AI Sekarang!

Literasi Digital RI Rendah? Hadapi Tantangan Era AI Sekarang!
Sumber: Kompas.com

Pentingnya Literasi Digital di Era Kecerdasan Buatan

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) telah melampaui ekspektasi banyak orang. Kemajuan ini menghadirkan peluang dan tantangan sekaligus bagi masyarakat. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bonifasius Wahyu Pudjianto, menekankan pentingnya literasi digital untuk menghadapi era AI ini. Ia menyampaikan hal tersebut di Yogyakarta saat berpidato di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC).

Inovasi AI: Peluang dan Tantangan

Bonifasius mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi AI, terutama dalam bidang multimedia dan produksi konten digital. AI kini mampu menciptakan pergerakan wajah, tangan, dan detail tubuh manusia dengan sangat realistis.

Inovasi ini merupakan disrupsi teknologi yang tak terhindarkan. Namun, pemanfaatannya harus cerdas agar masyarakat tidak tertinggal.

AI memang mampu membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor. Namun, potensi penyalahgunaan juga perlu diwaspadai.

Pentingnya Literasi Digital di Indonesia

Potensi penyalahgunaan AI, terutama dalam penyebaran informasi palsu atau manipulasi konten, menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat melalui Indeks Literasi Digital. Saat ini, indeks tersebut berada di angka 3,65 dari skala 5. Targetnya adalah peningkatan angka tersebut secara signifikan.

Literasi digital, menurut UNESCO dan publikasi Komdigi, meliputi kemampuan mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, berkomunikasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara aman melalui teknologi. Survei nasional literasi digital telah dilakukan sejak 2021.

Peran Strategis Yogyakarta dalam Pengembangan Ekosistem Digital

Yogyakarta, sebagai kota pelajar dan pusat kreativitas nasional, memiliki peran strategis dalam menghadapi disrupsi AI. Potensi talenta dari berbagai daerah yang menimba ilmu di Yogyakarta menjadikannya tempat yang ideal untuk pengembangan ekosistem digital berbasis kreativitas dan inovasi.

Indeks Literasi Digital kini terintegrasi dalam Indeks Masyarakat Digital. Hal ini menjadi acuan penting dalam pengembangan ekosistem digital nasional. Pemerintah terus berupaya meningkatkan angka literasi digital di seluruh Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

Bonifasius berharap agar angka literasi digital di Indonesia terus meningkat. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat mampu memanfaatkan teknologi AI secara optimal dan bertanggung jawab, menghindari dampak negatifnya, serta menciptakan inovasi baru yang positif.

Indonesia perlu terus berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan literasi digital agar masyarakat siap menghadapi tantangan dan peluang di era kecerdasan buatan. Dengan begitu, Indonesia dapat memanfaatkan potensi AI secara maksimal untuk kemajuan bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *