Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, memastikan para guru dan kepala Sekolah Rakyat segera menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Mereka akan berstatus sebagai staf Kemensos. Pengumuman ini disampaikan Gus Ipul usai berdialog dengan wali calon siswa Sekolah Rakyat tahap pertama di Pusdiklat Kesos Kemensos, Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Para kepala Sekolah Rakyat akan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), dipilih berdasarkan pengalaman memimpin satuan pendidikan. Guru Sekolah Rakyat akan direkrut melalui dua jalur: Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPPK) di lingkungan pemerintah daerah atau melalui rekrutmen Kemensos.
Pengangkatan Resmi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat
Kemensos akan menerbitkan SK pengangkatan bagi seluruh guru dan kepala Sekolah Rakyat. Proses penerbitan SK ini menandai langkah resmi integrasi mereka ke dalam sistem Kemensos.
Proses rekrutmen telah berjalan, namun terdapat sejumlah calon guru dan kepala sekolah yang mengundurkan diri. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain lokasi penempatan sekolah yang terlalu jauh dan penerimaan di instansi lain.
Meskipun demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa hal ini tidak menghambat program Sekolah Rakyat. Jumlah pendaftar yang tinggi menjamin tersedianya sumber daya manusia yang cukup.
Sekolah Rakyat: Mengatasi Kekurangan Akses Pendidikan
Program Sekolah Rakyat bertujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk kategori miskin ekstrem. Program ini akan dimulai di 100 titik di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, pada Juli 2025.
Tahap pertama akan menampung 9.755 siswa, dibantu oleh 1.554 guru dan 3.990 tenaga pendidikan. Jumlah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata.
Tantangan dan Kesuksesan Program Sekolah Rakyat
Beberapa calon guru dan kepala sekolah yang mengundurkan diri masih berada dalam tahap wawancara. Alasan pengunduran diri beragam, mulai dari jarak lokasi penempatan yang jauh hingga penerimaan di instansi lain.
Kendati demikian, Gus Ipul menekankan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki banyak peminat dan tidak kekurangan guru, kepala sekolah, maupun tenaga pendidik. Kemensos memiliki cadangan sumber daya manusia yang cukup untuk memenuhi kebutuhan program ini.
Program Sekolah Rakyat memiliki tujuan mulia: memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam proses rekrutmen, jumlah pendaftar yang tinggi dan kesiapan Kemensos menunjukkan optimisme keberhasilan program ini dalam menjangkau sasarannya dan mewujudkan cita-cita pendidikan yang inklusif. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada penyelesaian masalah-masalah praktis seperti penempatan guru dan kepala sekolah yang efektif dan efisien. Semoga program ini mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi anak-anak Indonesia.





