Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dalam sebuah pidato di Konferensi Internasional Transformasi Pesantren, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Dengan nada bercanda, ia menyoroti kurangnya perhatian Nahdlatul Ulama (NU) terhadap isu lingkungan hidup. Pernyataan ini disampaikan di tengah acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Ketua Umum PBNU Said Aqiel Siradj.
Cak Imin mengawali ceritanya dengan pengalaman kunjungan kader PKB ke sebuah SMK industri di Bekasi. Sekolah tersebut, menurutnya, lebih mengedepankan nilai-nilai keislaman dan semangat NU daripada sekolah-sekolah berbasis Islam lainnya.
Sekolah Lebih NU dari NU?
Keunggulan SMK tersebut, menurut Cak Imin, terletak pada komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Ia berpendapat bahwa hal ini menunjukan kurangnya perhatian NU terhadap isu lingkungan hidup. Pernyataan ini disambut tawa dan tepuk tangan sebagian hadirin.
Ia kemudian menambahkan bahwa komitmen terhadap lingkungan hidup perlu lebih diperhatikan oleh NU. Pernyataan yang disampaikan secara berkelakar ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya isu lingkungan hidup bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk NU.
Pesantren sebagai Pilar Perubahan
Pidato Cak Imin berlanjut dengan menekankan peran penting pesantren dalam mendorong perubahan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi pemimpin perubahan di berbagai sektor.
PKB, menurut Cak Imin, siap memfasilitasi pesantren untuk mencapai kemajuan, baik secara nasional maupun global. Kerjasama antara pesantren, pemerintah, dan industri diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif.
Konektivitas Pesantren dengan Dunia Kerja
Cak Imin menekankan pentingnya hubungan antara pesantren dan dunia kerja. Ia mencontohkan upaya kader PKB, Ida Fauziyah dan Hanif Dhakiri, dalam membangun balai latihan kerja komunitas di pesantren.
Inisiatif ini bertujuan untuk membekali santri dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, diharapkan santri dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya.
Refleksi dan Kontribusi Pesantren
Cak Imin mengajak para pelaku pesantren dan kader PKB untuk melakukan refleksi diri. Ia mendorong semua pihak untuk mempertimbangkan kontribusi pesantren terhadap kemajuan bangsa.
Konferensi Internasional Transformasi Pesantren yang mengangkat tema “Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian” dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Syura DPP PKB Maruf Amin dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pernyataan Cak Imin mengenai kurangnya perhatian NU terhadap lingkungan hidup menjadi sorotan utama dalam konferensi tersebut. Meskipun disampaikan secara bercanda, pernyataan ini mengajak semua pihak untuk memperhatikan pentingnya isu lingkungan bagi keberlanjutan pembangunan Indonesia. Harapannya, pesantren dapat berperan lebih aktif dalam menangani isu lingkungan hidup dan berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas. Pidato Cak Imin secara keseluruhan menekankan pentingnya peran pesantren dalam mendorong perubahan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghubungkan santri dengan dunia kerja.





