Serangan Drone Rusia-Iran Tewaskan 7 di Ukraina

Serangan Drone Rusia-Iran Tewaskan 7 di Ukraina
Sumber: Kompas.com

Serangan udara besar-besaran kembali melanda Ukraina pada Senin (23/6/2025). Rusia dilaporkan melancarkan ratusan drone dan rudal, menewaskan sedikitnya tujuh orang. Insiden ini terjadi di tengah jalan buntu perundingan damai yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan serangan tersebut melibatkan 352 drone, termasuk drone buatan Iran, serta 16 rudal. Serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Kyiv dan Bila Tserkva, sebuah wilayah di luar ibu kota.

Serangan Brutal di Kyiv dan Sekitarnya

Kyiv menjadi sasaran utama serangan. Enam orang meninggal dunia di ibu kota akibat serangan ini. Zelensky juga melaporkan kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk satu gedung bertingkat yang hancur.

Petugas penyelamat langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan membersihkan puing-puing. Lima rumah warga juga dilaporkan rusak akibat serangan tersebut. Warga panik dan berlindung di ruang bawah tanah saat serangan berlangsung. Suara dengungan drone dan ledakan menggema di seluruh kota.

Tuduhan Keterlibatan Korea Utara dan Balasan Ukraina

Zelensky menuding Rusia mendapatkan amunisi dari Korea Utara. Ia menekankan bahwa negara-negara yang bersekutu dengan Rusia, Iran, dan Korea Utara perlu mempertimbangkan konsekuensi dari dukungan tersebut.

Jenderal Oleksandr Syrsky, Panglima Tertinggi Ukraina, menyatakan Ukraina tidak akan hanya bertahan. Ukraina akan terus melancarkan serangan balasan terhadap target militer Rusia. Serangan balasan ini dinilai efektif meskipun Rusia memiliki keunggulan teknologi drone.

Keunggulan Teknologi Rusia

Rusia memiliki keunggulan teknologi drone, khususnya dalam hal penggunaan serat optik yang membuat drone mereka sulit dideteksi dan dihentikan. Kendati demikian, Ukraina tetap bertekad untuk memberikan perlawanan.

Meskipun demikian, Ukraina terus berupaya melawan keunggulan teknologi Rusia. Kegigihan Ukraina dalam menghadapi serangan ini patut diapresiasi.

Kunjungan Zelensky ke Inggris dan KTT NATO

Presiden Zelensky dijadwalkan mengunjungi Inggris pada hari yang sama. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas kerja sama pertahanan dan sanksi terhadap Rusia dengan sekutu Ukraina.

Inggris merupakan salah satu sekutu terdekat Ukraina. Setelah kunjungan ke Inggris, Zelensky akan menghadiri KTT NATO di Den Haag secara terbatas untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Presiden AS, Donald Trump.

Situasi Terkini di Ukraina

Rusia masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina. Moskwa mengklaim telah mencaplok empat wilayah Ukraina dan Semenanjung Krimea sejak 2014.

Kyiv menuduh Rusia dengan sengaja menggagalkan proses perdamaian untuk memperluas agresi. Terakhir kali perwakilan Kyiv dan Moskow bertemu secara langsung hampir tiga minggu yang lalu, tanpa ada jadwal pembicaraan lanjutan.

Serangan Balik Ukraina ke Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah menembak jatuh 23 drone Ukraina di wilayah timur Rusia. Kyiv mengklaim serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi dan militer Rusia sebagai pembalasan.

Serangan-serangan tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah serangan mematikan lainnya di Kyiv yang menewaskan sedikitnya 28 orang. Situasi di Ukraina tetap tegang dan tidak menentu. Ketegangan antara Ukraina dan Rusia terus meningkat, menunjukkan eskalasi konflik yang mengkhawatirkan. Perdamaian tampaknya masih jauh dari jangkauan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *