Pernikahan selama enam dekade bukanlah hal yang mudah. Namun, bagi Harjono Sigit dan Kusthini, orang tua Maia Estianty, waktu justru semakin memperkuat ikatan cinta mereka. Kisah romantis pasangan yang telah menikah selama 60 tahun ini menginspirasi banyak orang.
Melalui akun Instagram @harjonosigit, Harjono kerap mengungkapkan kata-kata romantis untuk sang istri. Ungkapan kasih sayang ini menjadi bukti nyata keharmonisan rumah tangga mereka yang langgeng.
Romantisme Harjono Sigit untuk Sang Istri
Ungkapan romantis Harjono Sigit untuk istrinya, Kusthini, terungkap melalui beberapa postingan di akun Instagramnya. Kata-kata tersebut menunjukkan kehangatan dan penghargaan yang mendalam.
Dalam salah satu unggahannya, Harjono menulis, “Bersama istriku yang ayu. Awas kalau ada yang bilang jelek.” Kalimat tersebut diikuti dengan pujian dan ungkapan syukur atas rezeki dan kebahagiaan yang dimilikinya bersama Kusthini.
Ungkapan “Suami istri mau banyak rejeki? Banyak-banyak menyenangkan istri, karena istri itu ladang rejeki,” menunjukkan nilai-nilai keharmonisan rumah tangga dalam perspektif Harjono.
Perjalanan Cinta Sejati Harjono dan Kusthini
Di balik kata-kata romantis, tersimpan perjalanan cinta Harjono dan Kusthini yang panjang dan penuh makna. Kisah mereka merupakan bukti nyata bahwa cinta sejati dapat bertahan melewati uji waktu.
Salah satu postingan mengungkapkan perjalanan cinta mereka, dimulai dari masa kuliah Harjono di ITB Bandung hingga perjalanan ke Bojonegoro dan Paris. Jarak dan waktu tidak pernah menjadi penghalang bagi cinta mereka.
Ungkapan “Cintaku tak lekang oleh waktu” menunjukkan keteguhan dan kesetiaan yang dipelihara selama lebih dari setengah abad.
Momen-Momen Spesial dalam Perjalanan Pernikahan
Selain kata-kata romantis, akun Instagram Harjono juga menampilkan berbagai foto dan video yang mengungkapkan momen-momen spesial dalam perjalanan pernikahan mereka.
Ada foto saat akad nikah cucu mereka, Al Ghazali, yang juga menunjukkan kehadiran dan dukungan keluarga besar mereka.
Foto-foto lain menunjukkan kebahagiaan mereka bersama cucu-cucu dan menikmati kehidupan yang sederhana namun bermakna.
Ungkapan syukur Harjono di usia 80 tahun dengan kata-kata, “Alhamdulillah.. Mensyukuri karunia Allah di usia 80 tahun saya diberi kesehatan, panjang umur, diberi Allah pasangan hidup yang baik luar dalam, lahir batin,” menunjukkan penghargaan yang mendalam atas karunia Tuhan yang diberikan kepadanya.
Bahkan di usia senja, Harjono masih menyebut Kusthini sebagai “Pacaran dengan mantan terindah,” menunjukkan cinta yang tak pernah pudar.
Kisah cinta Harjono Sigit dan Kusthini bukan sekadar cerita romantis biasa, melainkan teladan keharmonisan rumah tangga yang langgeng. Komitmen, kesetiaan, dan saling menghargai adalah kunci keberhasilan mereka membina rumah tangga selama 60 tahun. Kisah ini menjadi inspirasi bagi pasangan lainnya untuk terus memelihara api cinta dan membangun hubungan yang kuat dan harmonis.





