Medsos: Jalan Baru Keadilan? Polisi Harus Responsif & Cepat

Medsos: Jalan Baru Keadilan? Polisi Harus Responsif & Cepat
Sumber: Liputan6.com

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, baru-baru ini menyoroti peran ganda media sosial dalam penegakan keadilan. Ia menekankan kemudahan masyarakat dalam memviralkan kasus, namun juga bahaya potensi penyalahgunaan platform tersebut. Pernyataan ini disampaikan Sahroni saat menjadi pembicara di acara HUT Keluarga Besar Wirawati Catur Panca Ke-49 di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Jakarta. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, turut hadir dalam acara tersebut.

Media sosial, menurut Sahroni, ibarat pisau bermata dua. Penggunaannya bergantung pada niat dan tindakan penggunanya.

Media Sosial: Pedang Bermata Dua dalam Upaya Penegakan Keadilan

Sahroni menjelaskan potensi positif media sosial dalam memperjuangkan keadilan. Kemudahan pelaporan kasus menjadi salah satu manfaat utamanya.

Ia sering menerima aduan kekerasan seksual melalui pesan langsung (DM) di media sosialnya. Sahroni kemudian menindaklanjuti aduan tersebut dengan meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

Pentingnya peran aktif polisi dalam menelusuri laporan di media sosial juga ditekankan Sahroni. Proses penyelidikan harus efisien dan fokus pada substansi keadilan, tanpa terbebani birokrasi berbelit.

Urgensi Regulasi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia

Di era kemajuan teknologi yang pesat, Sahroni juga menyoroti urgensi pengaturan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Teknologi seperti *deepfake*, misalnya, dapat merusak reputasi seseorang dengan mudah.

Indonesia, menurut Sahroni, tidak bisa hanya menjadi pengguna teknologi AI. Pembuatan regulasi khusus penggunaan AI, seperti *Take It Down Act* di Amerika Serikat, sangat diperlukan.

Regulasi tersebut, menurut Sahroni, dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat dari konten AI yang merugikan, khususnya anak-anak dan perempuan.

Peran Orang Tua dalam Literasi Digital

Orang tua, terutama, harus berperan aktif dalam memberikan literasi digital kepada keluarga dan lingkungan terdekat. Hal ini penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi AI.

Pentingnya Literasi Digital untuk Masyarakat

Sahroni menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman yang baik tentang penggunaan media sosial dan teknologi AI akan membantu masyarakat memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan begitu, masyarakat dapat memaksimalkan manfaat media sosial dalam memperjuangkan keadilan, sekaligus meminimalisir potensi kerugian akibat penyalahgunaan teknologi.

Peran aktif pemerintah dalam membuat regulasi yang tepat juga sangat krusial. Regulasi yang komprehensif dan efektif dapat memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Hal ini juga akan mendorong terciptanya ruang digital yang lebih sehat dan aman bagi semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *