Tragedi Gaza Terlupakan: 140 Tewas, Perang Iran-Israel Memanas

Tragedi Gaza Terlupakan: 140 Tewas, Perang Iran-Israel Memanas
Sumber: Kompas.com

Serangan udara dan tembakan Israel di Gaza mengakibatkan setidaknya 140 kematian dalam 24 jam terakhir, Rabu (18/6/2025). Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan angka tersebut, dengan 40 kematian akibat serangan udara dan tembakan langsung. Korban tewas termasuk warga sipil yang menunggu bantuan kemanusiaan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan akan kurangnya perhatian internasional terhadap penderitaan warga Gaza, yang terdampak konflik Israel-Iran.

Tragedi di Gaza: 140 Tewas dalam Sehari

Serangan udara menargetkan beberapa lokasi di Gaza, termasuk kamp pengungsi Maghazi, kawasan Zeitoun, dan Gaza City. Sedikitnya 21 orang tewas dalam serangan-serangan tersebut. Di kamp Khan Younis, lima orang lainnya menjadi korban serangan udara. Tragedi paling mengerikan terjadi di Jalan Salahuddin, di mana 14 warga Palestina yang menunggu bantuan PBB tewas akibat tembakan Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan zona pertempuran aktif dan telah memberikan peringatan. IDF mengklaim sejumlah individu mendekati pasukan mereka dengan cara yang mengancam keselamatan. IDF juga menyatakan bahwa serangan-serangan lainnya bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer Hamas.

Krisis Kemanusiaan yang Terabaikan

Warga Gaza merasa terabaikan karena perhatian dunia terfokus pada konflik Israel-Iran. Adel, warga Gaza City, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menggambarkan situasi yang mengerikan, di mana warga sipil tewas baik karena serangan udara maupun kelaparan. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mencari makanan, namun tetap menjadi korban kekerasan.

Shaban Abed, seorang ayah lima anak dari utara Gaza, juga mengungkapkan kekecewaannya. Meskipun turut prihatin dengan konflik Israel-Iran, ia menekankan bahwa perang tersebut mengakibatkan penderitaan tambahan bagi warga Gaza yang tak berdosa. Ia berharap adanya solusi komprehensif untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Sistem Distribusi Bantuan yang Bermasalah

Sebagian besar bantuan ke Gaza kini disalurkan melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah kelompok baru yang didukung AS dan Israel. Sistem ini menggunakan perusahaan keamanan dan logistik swasta AS, beroperasi di beberapa lokasi yang dijaga pasukan Israel. Israel mengklaim memastikan bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas.

Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata. Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, mengkritik sistem distribusi saat ini yang dianggapnya bermasalah dan memalukan. Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dengan sistem bantuan yang tidak efektif. Perlu ada upaya internasional yang lebih efektif untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Situasi di Gaza menuntut perhatian segera dan solusi komprehensif. Jumlah korban jiwa yang terus meningkat menunjukkan urgensi kebutuhan perlindungan warga sipil dan penyelesaian konflik. Ketidakpedulian dunia terhadap penderitaan warga Gaza harus segera diatasi agar tragedi kemanusiaan ini tidak terus berlanjut. Perlu kerjasama internasional untuk memastikan bantuan sampai dan konflik dihentikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *