Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah bersiap untuk Kongresnya. Sejumlah nama berpotensi menjadi calon ketua umum, salah satunya Presiden Jokowi. Kabar ini mengemuka menjelang pendaftaran calon yang akan dibuka pada Rabu, 18 Juni 2025.
Sekretaris Steering Committee Kongres PSI, Benidiktus Papa, membenarkan adanya kabar tersebut. Ia menyatakan akan ada tokoh yang mendaftar sebagai calon ketua umum pada Rabu besok.
Kandidat Calon Ketua Umum PSI Makin Mengerucut
Beni, sapaan akrab Benidiktus Papa, mengatakan bahwa informasi mengenai pendaftaran calon ketua umum akan diumumkan kepada publik. Namun, ia enggan mengkonfirmasi atau membantah kemungkinan Jokowi sebagai salah satu kandidat.
Ia hanya menyampaikan bahwa proses pemilihan calon ketua umum semakin mengerucut. Pihaknya pun masih menunggu apakah Jokowi akan mendaftar atau tidak.
Sebelumnya, Jokowi sempat berkelakar lebih memilih PSI daripada PPP ketika ditanya perihal pilihan politiknya. Hal ini menambah spekulasi mengenai keterlibatannya dalam Kongres PSI.
Persyaratan Menjadi Calon Ketua Umum PSI
Untuk menjadi calon ketua umum PSI, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Para calon wajib mengumpulkan dukungan dari pengurus daerah PSI.
Syarat dukungan tersebut meliputi 5 rekomendasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 rekomendasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia. Calon ketua umum harus menyerahkan surat dukungan resmi tersebut.
Pemilihan ketua umum PSI akan dilaksanakan melalui sistem e-voting pada 12 hingga 19 Juli 2025. Hasilnya akan diumumkan pada Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah pada 19 Juli 2025.
Jokowi dan Pernyataannya Mengenai PSI
Pernyataan Jokowi yang cenderung mengarah ke PSI menimbulkan berbagai interpretasi. Ia sebelumnya menyatakan lebih memilih PSI karena menilai banyak calon ketua umum di PPP yang lebih baik dan memiliki kapasitas yang mumpuni.
Meskipun demikian, Jokowi juga menekankan bahwa ia belum mengetahui secara pasti pilihan politiknya di luar PSI. Ia mengatakan bahwa di PSI pun belum tentu ia akan dicalonkan.
Pernyataan bernada seloroh dari Jokowi ini meninggalkan ruang interpretasi yang luas bagi publik. Apakah pernyataan tersebut hanya candaan semata atau sebuah isyarat politik yang terselubung masih menjadi pertanyaan.
Kejelasan mengenai keikutsertaan Jokowi dalam bursa calon ketua umum PSI masih belum terungkap. Publik menunggu perkembangan lanjutan menjelang dibukannya pendaftaran calon pada Rabu besok.
Kongres PSI akan menjadi perhatian publik, terutama mengenai siapa yang akan memimpin partai tersebut kedepannya. Proses pemilihan yang transparan dan demokratis diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa PSI semakin berkembang.
Dinamika politik di Indonesia memang selalu menarik untuk diikuti. Keputusan Jokowi mengenai keterlibatannya dalam politik internal PSI akan memberikan warna tersendiri bagi perkembangan partai tersebut kedepannya.





