Misteri kursi 11A kembali menjadi sorotan setelah seorang penumpang, Vishwas Kumar Ramesh, selamat dari kecelakaan pesawat Air India pada Kamis, 12 Juni 2025. Dari 242 penumpang, hanya Ramesh yang berhasil bertahan hidup, dan ia duduk di kursi 11A.
Kejadian ini mengulang fenomena serupa pada tahun 1998, di mana penyanyi Thailand, Ruangsak “James” Loychusak, juga selamat dari kecelakaan pesawat Thai Airways TG261 saat menempati kursi bernomor sama. Keduanya selamat dari tragedi yang menewaskan hampir seluruh penumpang lainnya.
Misteri Kursi 11A: Dua Penumpang Selamat dari Kecelakaan Pesawat
Kecelakaan pesawat Air India rute Ahmedabad-London yang jatuh setelah lepas landas menewaskan 241 penumpang. Hanya Vishwas Kumar Ramesh yang selamat, dan ia duduk di kursi 11A.
Ramesh, dalam wawancara dengan DD News, mengaku tidak mengerti bagaimana bisa selamat. Ia mengingat momen dramatis saat melompat keluar dari celah kecil di pintu pesawat yang rusak.
Analisis NDTV menunjukkan lokasi kursi 11A berada di bagian depan kabin ekonomi, dekat pintu darurat sisi kiri, tepat di belakang kelas bisnis. Posisi ini diduga menjadi kunci keselamatan Ramesh.
Meskipun bagian pesawat tempat duduk Ramesh menghantam lantai, bagian badan pesawat tetap utuh, meski bagian atasnya terbakar. Sayangnya, kakaknya, Ajay, yang juga berada di pesawat, tidak selamat.
Kisah Penyanyi Thailand yang Selamat di Kursi 11A Tahun 1998
Pada Desember 1998, Ruangsak “James” Loychusak, saat itu berusia 20 tahun, menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan Thai Airways TG261. Ia duduk di kursi 11A saat pesawat jatuh di area rawa.
Loychusak, dalam wawancara dengan The Daily Mail, mengingat dengan jelas suara, bau, bahkan rasa air rawa saat pesawat jatuh. Trauma ini membekas selama bertahun-tahun, hingga membuatnya kesulitan terbang selama satu dekade.
Laporan media saat itu mengkonfirmasi Loychusak duduk di kursi 11A. Meskipun ia mengaku tidak lagi menyimpan boarding pass, bukti dari laporan media cukup meyakinkan.
Pengalaman traumatis ini membuatnya kesulitan untuk kembali terbang selama 10 tahun. Setiap melihat awan gelap, ia merasakan kembali ketakutan saat kecelakaan.
Kursi 11A: Dari “Sial” Menjadi “Ajaib”
Sebelum kedua insiden ini, kursi 11A dikenal kurang diminati. Beberapa pramugari bahkan menyebutnya sebagai salah satu kursi yang paling banyak dikeluhkan.
Lokasinya yang berada di tengah kabin dan berdekatan dengan dinding kosong di beberapa tipe pesawat, tanpa jendela, membuatnya kurang nyaman. Namun, dua kisah penyelamatan ini mengubah persepsi publik.
Warganet mulai menyebut kursi 11A sebagai “kursi ajaib”. Banyak yang penasaran dan bahkan bertanya kepada maskapai mengenai kemungkinan memesan kursi tersebut.
Loychusak, setelah mendengar kabar penyelamatan Ramesh, mengaku merinding. Ia menuliskan pengalamannya di Facebook dan menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Meskipun penyebab kecelakaan Air India masih diselidiki, dua kisah luar biasa ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor keberuntungan, dan posisi kursi 11A dalam konteks keselamatan penerbangan.
Kedua kisah ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi. Namun, yang terpenting adalah mengingat korban dan keluarga yang berduka atas tragedi ini.
Kejadian ini juga mendorong diskusi mengenai faktor-faktor keselamatan penerbangan dan pentingnya terus meningkatkan standar keamanan untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Investigasi menyeluruh akan memberikan jawaban yang lebih komprehensif.
